Rabu, 13 April 2011

kabel dalam jaringan

Macam – Macam Kabel Jaringan
Kabel Local Area Network
menurut sya...
kabel yang pertama kali di gunakan LAN adalah kabel “coaxial”. Kemudian, kabel “twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi.LAN menggunakan 4 jnis kabel di antaranya adalah yaitu : UTP,STP,Coaxsial,Fiber Optic >>>read more ajjah <<< Pertama kali LAN menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel “twisted pair” yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah tampil sebagai pilhan kabel berkecepatan sangat tinggi. Local Area Network menggunakan empat tipe kabel : • Coaxial • Unshielded Twisted Pair (UTP) • Shielded Twisted Pair (STP) • Fiber Optik Kabel Coaxial




Kabel coaxial terdiri dari :
• sebuah konduktor tembaga
• lapisan pembungkus dengan sebuah “kawat ground”.
• sebuah lapisan paling luar.
Penggunaan Kabel Coaxial
Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial.
Protokol Ethernet LAN yang dikembangkan menggunakan kabel coaxial:
10Base5 / Kabel “Thicknet” :
• adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.
• merupakan kabel “original” Ethernet.
• tidak digunakan lagi untuk LAN modern.
10Base2 / Kabel “Thinnet”:
• adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.
• mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.
• menggantikan “Thicknet”.
• tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.
“Unshielded Twisted Pair”



Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon. Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap pasangnya berpilin. Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular 8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui kabel UTP. Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.
Kategori UTP
Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan tinggi. Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan masing-masing kategori :
Kategori Performansi (MHz) Penggunaan
Cat 1 1 Voice, Mainframe, Dumb Terminal
Cat 2 4 4 MB Token Ring
Cat 3 10 10MB Ethernet
Cat 4 20 16 MB Token Ring
Cat 5 100 100 MB Ethernet
“Shielded Twisted Pair”



“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.
Kelemahan kabel STP
Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :
• Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.
• Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.
• Harganya cukup mahal.
Kabel Fiber Optik



Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru. Terbuat dari glas optik. Di tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak digunakan adalah LED atau Laser.
Kelebihan menggunakan kabel Fiber Optik
Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :
• Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).
• Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).
• Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat elektroniknya yang masih mahal. Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri sebanding dengan kabel LAN UTP.
Read More

Kamis, 07 April 2011

hardware dalam jaringan

HARDWARE JARI NGAN KOMPUTER
A. Pendahuluan

menurut saya....Jaringan adalah hubungan antara dua komputer atau lebih yang saling berinteraksi dan berkomunukasi.Jaringan komputer memiliki 3 macam topologi yang utama yaitu topologi Bus, Ring, dan Star. Topologi Bus yaitu sebuah topologi jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dengan menggunakan sebuah kabel inti yang menjadi Poros Utama (Backbone) dimana komputer client dapat melakukan akses kedalam jaringan melalui backnone tersebut. Topologi Ring adalah topologi jaringan komputer yang menghubungkan komputer dengan sebuah kabel tunggal yang mana ujung dari kabel tunggal tersebut dihubungkan kembali kepangkal kembali melewati komputer-komputer lain. Dalam topologi ini, komunikasi dapat dilakukan dalam dua arah (kekanan dan kekiri).Apabila sebuah komputer akan melakukan hubungan dengan komputer lain, maka komputer yang menjadi pusat operasilah yang akan menghubungkannya.Jaringan komputer berdasarkan luas areanya terbagi menjadi 3 yaitu
Local Area Network (LAN), Metropolis Area Network (MAN), dan Wide
Area Network (WAN).


Jaringan adalah hubungan antara suatu kompunen dengan komponen lainnya dengan menggunakan suatu media penghubung dan beberapa komponen penunjang lainnya dalam suatu kawasan tertentu. Jadi, jaringan komputer adalah hubungan antara sebuah komputer dengan satu atau beberapa komputer lainnya sehingga terjadi suatu hubungan komunikasi. Sebuah jaringan komputer terdiri dari hardware, software dan prot okol. Hardware pada jaringan secara garis besar terdiri atas komputer beserta peripheral dan penghubung antar komputer. Software pada jaringan yaitu sistem operasi yang ada pada komputer. Protokol yaitu suatu aturan yang memberikan ketetapan pada data yang akan dimasukkan kedalam jaringan.

Jaringan komputer memiliki 3 macam topologi yang utama yaitu topologi Bus, Ring, dan Star. Topologi Bus yaitu sebuah topologi jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dengan menggunakan sebuah kabel inti yang menjadi Poros Utama (Backbone) dimana komputer client dapat melakukan akses kedalam jaringan melalui backnone tersebut. Topologi Ring adalah topologi jaringan komputer yang menghubungkan komputer dengan sebuah kabel tunggal yang mana ujung dari kabel tunggal tersebut dihubungkan kembali kepangkal kembali melewati komputer-komputer lain. Dalam topologi ini, komunikasi dapat dilakukan dalam dua arah (kekanan dan kekiri). Topologi Star adalah topologi jaringan komputer yang menghubungkan beberapa komputer dengan sebuah komputer yang menjadi pusat dari semua operasi. Masing-masing komputer client memiliki hubungan sendiri dengan komputer client tanpa mengganggu jaringan komputer lalin. Apabila sebuah komputer akan melakukan hubungan dengan komputer lain, maka komputer yang menjadi pusat operasilah yang akan menghubungkannya.
Jaringan komputer berdasarkan luas areanya terbagi menjadi 3 yaitu
Local Area Network (LAN), Metropolis Area Network (MAN), dan Wide
Area Network (WAN).Pengembangan jaringan dalam kawasan kecil

hingga kawasan yang luas pada dasarnya memiliki konfigurasi yang sama terutama pada bagian hardware. Konfigurasi tersebut biasanya dimulai dari server, pembagi jaringan, penghubung dan berakhir pada client. Hardware yang digunakan untuk membangun suatu jaringan komputer dimanapun tempatnya pada umumnya menggunakan komponen yang sama, hanya saja yang sedikit membedakan adalah spesifikasinya. Spesifikasi pada komponen hardware lah yang menentukan dimana komponen tersebut layak untuk dipakai atau diterapkan.
B. Pembahasan

Hardware pada jaringan komputer terdiri dari beberapa macam jenis. Adapun pembahasan dari hardware pada jaringan komputer itu sendiri adalah sebagai berikut :


1. Personal Komputer

Personal komput er atau PC merupakan perangkat utama dalam suatu jaringan komputer. PC ini lah yang akan bekerja mengirim dan mengakses data dalam jaringan. Kemampuan suatu PC sangat menentukan sekali unjuk kerja dari jaringan. Semakin tinggi kemampuan suat u PC maka akses yang dilakukan pun akan semakin cepat .



2. Net work I nt ernet Card (NI C)

NI C merupakan port yang menghubungkan komput er dengan j aringan. Port atau Card ini bergabung didalam Personal Computer yang menempel pada Main Board. Berdasarkan t ipe bus, ada beberapa t ipe Network I nterface Card (NI C) atau Network Card, yaitu I SA dan PCI . Saat ini jenis Net work Card yang banyak digunakan adalah PCI karena PCI memiliki kemampuan transfer data didalam komputer lebih tinggi dari pada I SA.

3. Pengkabelan

Jaringan komputer pada dasarnya adalah jaringan kabel yang menghubungkan sat u sisi dengan sisi yang lain, namun bukan berarti kurva tertutup, bisa jadi merupakan kurva terbuka dengan sebuah terminator diujungnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, penghubung ant ar komput er pun mengalami perkembangan, mulai dari teknologi telegraf yang memanfaatkan gelombang radio hingga teknologi serat optik dan laser.

Pemilihan jeniskabel sangat terkait erat dengan topologi jaringan yang digunakan. Sebagai contoh untuk jenis topologi Ring umumnya menggunakan kabel Fiber Optik (walaupun ada juga yang menggunakan twisted pair). Topologi Bus banyak menggunakan kabel Coaxial. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulituntuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan bener-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (Network I nterface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi jaringan Star banyak menggunakanj enis kabel UTP.
Ada t iga jenis kabel yang pada umumnya digunakan dalam jaringan,
yaitu:
· Coaxial cable
· Fiber Optik
· Twist ed pair
a. K abel Coaxial

Kabel ini terbagi menjadi dua jenis yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diamet er lebih kecil).
1) Thick coaxial cable

Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar I EEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rat a-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. K abel j enis ini biasa disebut sebagai Standard Ethernet atau Thick Et hernet , at au hanya disingkat ThickNet . K abel Coaxial ini jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
•

Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
•
Maksimum 3 segment dengan peralat an t erhubung (at t ached
devices) atau berupa populated segment s.
•
Setiap Card Jaringan mempunyai pemancar tambahan
(Ext ernal Transceiver).
•
Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan,
termasuk dalam hal ini Repeaters.
•
Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet
(at au sekit ar 500 met er).
•
Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau
sek i t ar 1500 met er).
•
Setiap segment harus diberi ground.
•
Jarak maksimum antara pencabang dari kabel utama
keperangkat (devi ce) adalah 16 feet (seki t ar 5 met er).
•
Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 met er)



Kabel ThickNet
2) Thin Coaxial Cable

Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk Transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diamet er rat a-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC Tconnect or.

Kabel jenis ini juga dikenal sebagai Thin Ethernet atau ThinNet . Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U at au C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan Terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :
•
Set iap uj ung kabel diberi t erminat or 50 ohm.
•
Panj ang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter)
per segment .
•
Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30
perangkat jaringan (devices).
•

Card Jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
•
Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain
(populat ed segment ).
•
Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu
ground.
•
Panjang minimum antar TConnect or adalah 1,5 feet (0.5
met er).
•
Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah
1,818 feet (555 meter)



b. Fiber Optic

Jaringan yang menggunakan Fiber Opt ic (FO) biasanya perusahaan besar, dikarenakan harga dan proses pemasangannya lebih sulit. Namun demikian, jaringan yang menggunakan FO dari segi kehandalan dan kecepatan tidak diragukan. Kecepatan pengiriman data dengan media FO lebih dari 100Mbps dan bebas pengaruh lingkungan.
Fiber Optic
c. Twist ed Pair Ethernet

Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel j enis ini menggunakan konektor RJ-11 at au RJ-45. Pada t wist ed pair (10 BaseT) network, komput er disusun membent uk suatu pola Star. Setiap PC memiliki satu kabel twisted pair yang tersentral pada HUB. Twisted pair umumnya lebih handal (reliable) dibandingkan dengan thin coax, karena HUB mempunyai kemampuan data error cor r ect i on dan meni ngkat k an k ecepat an t r ansmi si.

Saat ini ada beberapa grade atau kategori dari kabel t wisted pair. Kategory tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah: Pemberian kategori 1/2/3/4/5/6 merupakan kategori spesifikasi untuk masing- masing kabel tembaga dan juga untuk jack. Masing-masing merupakan seri revisi atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas “belitan” (twist) masing- masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besaran frekuensi yang bisa lewat pada sarana kabel tersebut, dan juga kualitas isolator sehingga bisa mengurangi efek induksi antar kabel (noise bisa ditekan sedemikian rupa). Perlu diperhatikan juga, spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT5e sudah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e bisa digunakan untuk menghubungkan net work hingga kecepat an 1Gbps.


4. Modem

Modem atau Modul the Modulator adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk terhubung ke jaringan internet menggunakan kabel t elepon.


5. Hub/Swit ch

HUB atau Switch digunakan untuk menghubungkan setiap nodedalam jaringan LAN. Peralat an ini sering digunakan pada topologi st ar dan extended star. Perbedaan antara HUB dan Switch adalah kecepatan t ransfer dat anya. Y ait u 10:100 Mbps.


6. Bridge

Bridge adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas atau memecah jaringan. Bridge berfungsi untuk menghubungkan dan menggabungkan media jaringan yang tidak sama seperti kabel
unshielded twisted pair(UTP) dan kabel fiber-optic, dan untuk
menggabungkan arsitektur jaringan yang berbeda seperti Token Ring
dan Ethernet. Bridge meregenerate sinyal tetapi tidak melakukan
konversi protocol, jadi protocol jaringan yang sama (seperti TCP/I P) harus berjalan kepada kedua segemen jaringan yang terkoneksi ke bridge. Bridge dapat juga mendukungSimple Network Management
P r otocol(SNMP), serta memiliki kemampuan diagnosa jaringan. Bridge

hadir dalam tiga tipe dasar yaituL ocal, Remote, danWireless. Bridge local secara langsung menghubungkan Local Area Network (LAN). Bridge remote yang dapat digunakan untuk membuat sebuah Wide Area Network (WAN) menghubungkan dua atau lebih LAN. Sedangkan wireless bridge dapat digunakan untuk menggabungkan LAN at au menghubungkan mesin-mesin yang jauh ke suat u LAN.


Bridge beroperasi mengenali alamat MAC address node asal yang mentransmisi data ke jaringan dan secara automatis membangun sebuah table routing internal. Table ini digunakan untuk menentukan ke segmen mana paket akan di rout e dan menyediakan kemampuan penyaringan (filtering). Setelah mengetahui ke segmen mana suatu paket hendak disampaikan, bridge akan melanjutkan pengiriman paket secara langsung ke segmen t ersebut . Jika bride tidak mengenali alamat tujuan paket, maka paket akan di forward ke semua segmen yang terkoneksi kecuali segmen alamat asalanya. Dan jika alamat tujuan berada dalam segmen yang sama dengan alamat asal, bridge akan menolak paket. Bridge juga melanjutkan paket-paket broadcast ke semua segmen k ecuali segmen asalny a.
7. Router

Router adalah peralatan jaringan yang digunakan untuk memperluas atau memecah jaringan dengan melanjutkan paket-paket dari satu jaringan logika ke jaringan yang lain. Router banyak digunakan di dalam internetwork yang besar menggunakan keluarga protocol TCP/IP dan untuk menghubungkan semua host TCP/IP dan Local Area Network (LAN) ke internet menggunakandedicated leased line. Saat ini, masih banyak perusahaan menggunakan router Cisco 2500 series untuk mengkoneksikan dua buah LAN (WAN dengan anggota dua LAN), LAN keI SP (I nternet Service Provider). Koneksi seperti ini menyebabkan semua workst ation dapat terkoneksi ke internet selama 24 j am.Router berisi table-tabel informasi internal yang disebut label routering yang melakukan pencatatan terhadap semua alamat jaringan yang diketahui dan lintasan yang mungkin dilalui. Router membuat jalur paket -paket berdasarkan lint asan yang t ersedia dan wakt u t empuhnya. Karena menggunakan alamat paket jaringan tujuan, router bekerja hanya jika prot ocol yang dikonfigurasi adalah prot ocol yang routet able seperti TCP/I P atau atau I PX /SPX . I ni berbeda dengan bridge yang bersifat prot ocol independent


C. Penutup

Sebuah jaringan komputer yang dibangun merupakan suatu bentuk rangkaian dari hardware, software dan protokol. Hardware dalam jaringan meliputi Personal Computer (PC), Network Internet Card (NIC), Perangkat penghubung (K abel), Modem, H ub/Swit ch, Bridge, dan Rout er. Software yang digunakan didalam jaringan meliputi sist em operasi yang dipakai oleh komputer yang terpasang didalam jaringan baik server maupun client. Sist em operasi yang umumnya dipakai oleh adalah Linux dan Windows. Protokol adalah pengatur atau pemberi ketetapan pada dat a yang akan dimasukikan kedalam jaringan.

Didalam konfigurasi hardware jaringan, penggunaan komponen penyusun jaringan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Penyesuaian dengan kebutuhan ini diharapkan dapat meminimalisir biaya yang akan terpakai dalam membangun sebuah jaringan komputer. Akan tetapi, spesifikasi dari komponen tersebut harus memenuhi standar yang dibut uhkan j aringan.
Read More

software dalam jaringan

Software untuk Belajar Jaringan Komputer Cisco

menurut saya...
software-software yang di butuhkan dlm membuat jaringan menurut buku tsb adalah :-1. SimCo
SimCo merupakan aplikasi berbasis web hasil karya si penulis.
-2. Dynamips
Dynamips merupakan software yang dibuat oleh Christophe Fillot. Software ini untuk mensimulaikan router Cisco seri 1700, 2600, 3600, 3700, dan 7200. Dynamips dikembangkan untuk keperluan training, testing, eksperimen, dan menguji kualitas konfigurasi IOS pada router yang sesungguhnya.
-3. Dynagen
Dynagen dibuat oleh Greg Anuzelli. Software ini merupakan aplikasi frontend bagi Dynamips. Silahkan mendownload Dynagen disini.
-4. GNS3
GNS3 adalah software untuk simulasi network. Dengan GNS3 user dapat membuat diagram topologi network kemudian topologi tersebut dibangun sehingga seolah-olah kita berhadapan dengan network sesungguhnya. GNS3 membutuhkan aplikasi Dynamips dan Dynagen karena keduanya berkaitan dengan GNS3.
-5. DynaSlaxGNS3
DynaSlaxGNS3 merupakan aplikasi gabungan dari Dynamips, Dynagen, GNS3, dan Linux. Bisa dijalankan dengan mengeburn file iso DynaSlaxGNS3. Atau bisa menggunakan VMWare atau Virtual Box.
-6. Packet Tracer
Packet Tracer dibuat oleh Cisco. Aplikasi ini biasa digunakan oleh yang mengambil CNAP untuk simulasi jaringan.

Saya kali ini akan menuliskan tentang software-software apa saja yang diperlukan untuk mempelajari simulasi jaringan komputer yang dalam hal ini menggunakan Cisco. Software-software yang saya terangkan disini berdasarkan dari buku yang ditulis oleh Iwan Sofana, Cisco CCNA & Jaringan Komputer.


Software-softwarenya yaitu:
1. SimCo
SimCo merupakan aplikasi berbasis web hasil karya si penulis. SimCo memerlukan browser yang dapat menjalankan file flash. Terima kasih buat penulis yang sudah mengijinkan untuk menyebarkan untuk tujuan positif. Dapat mendownload SimCo disini.


2. Dynamips
Dynamips merupakan software yang dibuat oleh Christophe Fillot. Software ini untuk mensimulaikan router Cisco seri 1700, 2600, 3600, 3700, dan 7200. Dynamips dikembangkan untuk keperluan training, testing, eksperimen, dan menguji kualitas konfigurasi IOS pada router yang sesungguhnya. Software ini aplikasi mode teks dan tidak memiliki antarmuka grafis sehingga harus memahami perintah-perintahnya. Silahkan mendownload Dynamips.
3. Dynagen
Dynagen dibuat oleh Greg Anuzelli. Software ini merupakan aplikasi frontend bagi Dynamips. Silahkan mendownload Dynagen disini.
4. GNS3
GNS3 adalah software untuk simulasi network. Dengan GNS3 user dapat membuat diagram topologi network kemudian topologi tersebut dibangun sehingga seolah-olah kita berhadapan dengan network sesungguhnya. GNS3 membutuhkan aplikasi Dynamips dan Dynagen karena keduanya berkaitan dengan GNS3. Silahkan mendownload GNS3 yang sudah disertakan dengan Dynamips dan Dynagen => GNS3-0.6-win32-all-in-one.exe


5. DynaSlaxGNS3
DynaSlaxGNS3 merupakan aplikasi gabungan dari Dynamips, Dynagen, GNS3, dan Linux. Bisa dijalankan dengan mengeburn file iso DynaSlaxGNS3. Atau bisa menggunakan VMWare atau Virtual Box. Maaf, tidak menemukan link download iso DynaSlaxGNS3. Mau mengupload juga susah karena file berukuran 260MB dan keterbatasan internet saya.
6. Packet Tracer
Packet Tracer dibuat oleh Cisco. Aplikasi ini biasa digunakan oleh yang mengambil CNAP untuk simulasi jaringan. Silahkan mendownload Packet Tracer 5.


Selain itu untuk menjalankan GNS3 memerlukan IOS Image.Dapat mendownload IOS Image Cisco 7200 => c7200-k3p-mz120-283.
Semoga mengertiii! ^^
Read More

software dalam jaringan


kesimpulan dari saya....
LAN(Local Area Network) adalah jarinagn yang haya sebatas gedung saja.Dalam LAN terdapat dua tipe jaringan LAN. yang pertama peer to peer dan yang kedua client server.peer to peer, dimana setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai client maupun server.client server, dimana hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai client.
dan softwarenya adalah :- Software:

1. NAD(Network Adapter Driver)
2. Sistem operasi network
3. Protokol jaringan komputer
4. Device penghubung LAN(router, bridge, repeater)




LAN(Local Area Network) adalah jaringan komputer lokal, yang artinya menghubungkan beberapa komputer dengan koneksi jaringan komputer pada suatu tempat/ruang tertentu (lokal). misal, dalam satu gedung, dalam satu ruangan, dalam satu kantor, dll.

Dalam LAN terdapat dua tipe jaringan LAN. yang pertama peer to peer dan yang kedua client server.

peer to peer, dimana setiap komputer yang terhubung ke jaringan dapat bertindak baik sebagai client maupun server.

client server, dimana hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai client.

ada beberapa komponen hardware dan software dalam jaringan LAN ini, di antaranya adalah:

- harware:

1. PC/laptop
2. Kabel UTP(kabel jaringan komputer)
3. NIC(lan card)
4. Konektor RJ45
5. Tang crimping
6. Topologi jaringan

- Software:

1. NAD(Network Adapter Driver)
2. Sistem operasi network
3. Protokol jaringan komputer
4. Device penghubung LAN(router, bridge, repeater)

Itulah sedikit tulisan saya tentang LAN. semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan teman-teman semua.
Read More

Rabu, 23 Maret 2011

Instalasi paket di linux

Tips Instalasi Paket Linux Dengan Dag Wieers
I. Pendahuluan

Menurut pendapat saya,,, Salah satu alasan seseorang tidak menggunakan linux adalah sulitnya untuk menginstal sesuatu di dalam linux.
. Namun, sulitnya lagi ternyata paket-paket yang kita butuhkan pun harus memiliki paket-paket support agar paket-paket utama bisa terinstal dengan baik dalam sistem linux. Hal ini dikenal dengan nama dependency atau kebergantungan. Jika paket-paket support tersebut tidak dapat terinstal dengan baik, maka jangan harap paket utama dapat terinstal di dalam sistem linux. Belum lagi ditambah banyaknya distro-distro linux yang bermunculan, sehingga mengakibatkan paket-paket supportnya pun berbeda antar distro. Ditambah lagi dengan versi kernel suatu distro yang berbeda-beda yang membuat paket-paket support tersebut berbeda pula. Ada dua solusi yang ditawarkan oleh linux. Pertama yaitu menginstal melalui source code. Biasanya paket source code di akhiri dengan ekstensi .tar.gz, .tar.bz2, dan .zip. Dalam hal ini, orang tersebut harus mengompile sendiri paket tersebut dengan cara-cara yang telah ditetapkan oleh si pembuat source code yang biasanya ada di file Install atau Readme.

Salah satu alasan seseorang tidak menggunakan linux adalah sulitnya untuk menginstal sesuatu di dalam linux dan tidak seperti Windows yang sangat mudah di dalam menginstal sesuatu ke dalam sistemnya. Hal ini karena sistem penginstalan di dalam linux menggunakan paket-paket sehingga seseorang bisa memilih paket mana yang dibutuhkan dan tidak dibutuhkan. Namun, sulitnya lagi ternyata paket-paket yang kita butuhkan pun harus memiliki paket-paket support agar paket-paket utama bisa terinstal dengan baik dalam sistem linux. Hal ini dikenal dengan nama dependency atau kebergantungan. Jika paket-paket support tersebut tidak dapat terinstal dengan baik, maka jangan harap paket utama dapat terinstal di dalam sistem linux. Belum lagi ditambah banyaknya distro-distro linux yang bermunculan, sehingga mengakibatkan paket-paket supportnya pun berbeda antar distro. Ditambah lagi dengan versi kernel suatu distro yang berbeda-beda yang membuat paket-paket support tersebut berbeda pula. Bisa dibayangkan bagaimana pusingnya seseorang jika menghadapi hal seperti itu. Mungkin timbul pertanyaan, bagaimana solusinya?

Ada dua solusi yang ditawarkan oleh linux. Pertama yaitu menginstal melalui source code. Biasanya paket source code di akhiri dengan ekstensi .tar.gz, .tar.bz2, dan .zip. Dalam hal ini, orang tersebut harus mengompile sendiri paket tersebut dengan cara-cara yang telah ditetapkan oleh si pembuat source code yang biasanya ada di file Install atau Readme. Namun, cara ini mempunyai kelemahan. Terkadang si pembuat source code mensyaratkan paket tertentu ada di dalam sistem tersebut agar paket tersebut bisa terinstal dengan baik dalam sistem. Hal ini bisa terlihat jika si pembuat source code menggunakan perintah:
# ./configure
Perintah tersebut mengecek paket-paket support yang dibutuhkan agar paket tersebut dapat terinstal dengan baik dalam sistem. Kedua, linux menggunakan perintah agar suatu paket dapat terinstal secara otomatis. Di dalam keluarga Red Hat seperti RHEL, Fedora, dan Centos menggunakan perintah yum. Sehingga jika kita ingin menginstal agar paket bind ada dalam sistem kita cukup ketikkan perintah:
# yum -y install bind
maka secara otomatis paket bind dan paket-paket supportnya akan terinstal dalam sistem kita. Maka dari itu, sistem kita harus terhubung dengan internet. Dan perlu diketahui bahwa jika kita menggunakan perintah yum, maka pada hakekatnya kita menghubungi alamat paket-paket tersebut yang kesemua paket tersebut berada di situs tertentu. Untuk melihat alamat situs yang dituju, maka bukalah di dalam folder /etc/yum.repos.d/. Di dalam folder tersebut ada 4 file yang merupakan alamat dari situs-situs yang dituju. Umumnya alamat yang digunakan adalah http://mirrorlist.centos.org. Namun terkadang, situs tersebut tidak mempunyai paket-paket yang diinginkan seperti misalnya paket vlc yaitu sebuah paket yang digunakan untuk melihat video di linux dengan hasil keluaran berupa vlc player. Ada sebuah situs yang mempunyai paket-paket yang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan pengguna linux yang beralamat di http://dag.wieers.com. Situs ini hanya khusus pengguna keluarga Red Hat seperti RHEL, Fedora, dan Centos. Di dalam tutorial ini akan dijelaskan tentang langkah-langkah bagaimana agar kita bisa menggunakan perintah yum yang akan menuju alamat ke situs tersebut untuk menginstal paket-paket tertentu di Centos.
II. langkah-langkah
Di tutorial ini penulis menggunakan Centos 5.3 dan akan menginstal vlc player di dalam sistem penulis. Ceklah terlebih dahulu apakah internet sudah dapat terhubung dengan baik atau belum. Jika sudah, maka berikut adalah langkah-langkahnya:
# yum -y install yum-priorities
# wget http://apt.sw.be/redhat/el5/en/i386/rpmforge/RPMS/rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.i386.rpm
Karena Centos 5.3 itu merupakan cloning dari RHEL 5, maka penulis mengambil paket RHEL 5 atau el5. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di sini. Sesuaikan dengan sistem yang kita gunakan. Sebagai gambaran, jika menggunakan Fedora 3 dan 4 serta Centos 4 maka pilih nama folder el4. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di sini di bagian Relationship to free or community distributions.
# rpm --import http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt
# rpm -K rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.*.rpm
Sesuaikan dengan OS kita. Karena penulis menggunakan Centos 5.3 maka penulis mengambil paket yang berekstensi el5. Intinya harus sama dengan langkah yang kedua. Untuk lebih jelasnya, paket rpmforge mana yang cocok dengan sistem kita, silahkan lihat di sini.
# rpm -i rpmforge-release-0.3.6-1.el5.rf.*.rpm
Sekali lagi sesuaikan dengan OS kita.
# yum -y nama_paket
Jika kita ingin menginstal paket vlc, maka ketikkan:
# yum -y install vlc
Dan kita hanya tinggal duduk yang manis agar paket vlc tersebut terinstal dengan baik dalam sistem kita.
Read More

Rabu, 16 Maret 2011

PC Router

PC Routers
I think,,,ROUTER adalah dunia komputer yang berfungsi untuk membelokkan data.Intinya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Contohnya Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.


ROUTER adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.



Kali ini saya mencoba untuk meng-koneksi-kan keempat komputer dimana terdapat dua buah network id, artinya terdapat dua jaringan berbeda yang dihubungkan oleh sebuah router (PC yang telah disulap menjadi router). Agar terlihat sedikit agak rumit, saya mencoba untuk menggunakan 2 OS yg cukup beken yakni Windows dan Linux. Langkah – langkahnya adalah :

1.Pertama, saya melakukan setting pada PC windows (host 4) di jaringan 192.168.15.0/24 dengan memberi IP address 192.168.15.2 netmask 255.255.255.0, kemudian gateway-nya diarahkan ke alamat 192.168.15.1 (alamat PC router yang berhubungan dengan network 192.168.15.0/24). Caranya adalah :
- masuk ke menu Local Area Connetion Properties -> Internet Protocol (TCP/IP) Properties -> setting IP address, subnetmask, dan default gateway-nya
2. Sebelum melakukan setting pada PC Router, terlebih dahulu saya melakukan setting pada jaringan 192.168.12.0/24 yaitu dengan memberi IP address pada PC Linux (host 1) dengan alamat 192.168.12.4, karena pake Linux maka NIC (Network Interface Card) atau yang lazim dikenal LAN Card akan terdeteksi sebagai ethx (eth0 atau eth1), asumsi bahwa yang terdeteksi ialah eth0 maka cara setting :
# ifconfig -a (melihat interface yang terdeteksi)
# ifconfig eth0 192.168.12.4 netmask 255.255.255.0 (setting IP address)
3. Langkah selanjutnya yaitu melakukan setting pada PC windows (host 2) di jaringan 192.168.12.0/24. Di host 2 tersebut terpasang dua buah NIC yang akan menghubungkan antara host 1 dengan PC Router (bisa juga menggunakan switch untuk menghubungkan host 1, host 2, dan PC Router) yang nantinya akan dibuat sebuah bridge. Step-stepnya yaitu setting IP address 192.168.12.3 pada NIC 1 dan 192.168.12.2 pada NIC 2. Kemudian drag keduanya, klik kanan pilih Bridge Connection. Setelah itu kasih IP address pada bridge, misal 192.168.12.5 subnet 255.255.255.0, lalu arahkan gateway ke alamat 192.168.12.1 (alamat PC Router yang berhubungan dengan network 192.168.12.0/24). Cara teknis sama dengan cara pertama diatas.
4. The next step I setup the PC Router. Pada PC Router telah terpasang dua buah NIC. Karena menggunakan Linux maka NIC akan terdeteksi sebagai eth0 dan eth1, asumsi bahwa eth0 berhubungan langsung dengan jaringan 192.168.15.0/24 sedangkan eth1 berhubungan langsung dengan jaringan 192.168.12.0/24 maka ketikan perintah melalui konsole :
# ifconfig eth0 192.168.15.1 netmask 255.255.255.0
# ifconfig eth1 192.168.12.1 netmask 255.255.255.0
setelah itu cobalah melakukan ping dalam satu jaringan, jika sudah berhasil maka kita tinggal menyeting proses peroutingannya, yaitu :
# route add -net 192.168.15.0 netmask 255.255.255.0 dev eth0
# route add -net 192.168.12.0 netmask 255.255.255.0 dev eth1
kemudian jangan lupa untuk mengaktifkan ip_forwarding-nya :
# echo “1″ > /proc/sys/net/ipv4/ip_forwarding
5. Langkah terakhir setting pada host 1 dan host 4 agar mampu routing melalui gateway PC Router, untuk Windows :
- masuk cmd.exe ketikkan route add 192.168.12.0 mask 255.255.255.0 192.168.15.1
(untuk mengetahui lebih lengkap keterangannya ketikkan route –help)
pade host 1 (Linux) :
# route add default gw 192.168.12.1
6. Proses terakhir, saya mencoba menge-ping antara host 1 dengan host 4 dan hasilnya Reply.
Read More

Rabu, 02 Maret 2011

iso-osi

ISO – OSI
I think, ISO-OSI adalah aturan standar yang di gunakan untuk komunikasi computer. Semua subsistem komunikasi dibagi menjadi tujuh lapisan untuk menentukan berbagai macam fungsi dan sistem operasi. Model yang digunakan dalam sistem komunikasi data dikenal dengan OSI (Open Sistem Interconnection) tujuh layer. lapisan tersebut memiliki dua fungsi, yaitu Network Dependent dan Application Oriented. Fungsi Network Dependent terdapat pada tiga lapisan terendah, yaitu pada lapisan fisik, lapisan data link, dan lapisan jaringan. Sedangkan fungsi Application Oriented terdapat pada lapisan transport, lapisan session, lapisan presentasi, dan lapisan aplikasi. Kedua fungsi ini akan menghasilkan tiga lingkungan operasi yang berbeda, yaitu :
Network environment, OSI environment, Real sistem environment……



Model referensi ISO (International Standardization Organization) merupakan salah satu aturan standar yang dikeluarkan oleh badan pembuat aturan dan standar untuk komunikasi komputer. Model referensi ISO menggunakan metode lapisan sebagai model referensi. Semua subsistem komunikasi dibagi menjadi tujuh lapisan untuk menentukan berbagai macam fungsi dan sistem operasi. Model yang digunakan dalam sistem komunikasi data dikenal dengan OSI (Open Sistem Interconnection) tujuh layer.
Lapisan-lapisan tersebut memiliki dua fungsi, yaitu Network Dependent dan Application Oriented. Fungsi Network Dependent terdapat pada tiga lapisan terendah, yaitu pada lapisan fisik, lapisan data link, dan lapisan jaringan. Sedangkan fungsi Application Oriented terdapat pada lapisan transport, lapisan session, lapisan presentasi, dan lapisan aplikasi. Kedua fungsi ini akan menghasilkan tiga lingkungan operasi yang berbeda, yaitu :
Network environment
Berhubungan dengan protokol dan standar yang berkaitan dengan berbagai macam tipe jaringan komunikasi data.
OSI environment
Di dalamnya berisi network environment (dalam lingkungan jaringan) yang dilengkapi juga dengan protokol application oriented sebagai standar bagi sistem komputer agar dapat berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya secara terbuka.
Real sistem environment
Berisi OSI environment dan berkaitan dengan pembuat yang mempunyai hak software serta layanan yang dibuatnya untuk membentuk suatu informasi terdistribusi yang sedang dalam pemrosesan.
OSI sangat berperan dalam mengidentifikasi sistem komputer untuk melaksanakan pengolahan dan penyaluran data.
Struktur model OSI dibagi atas tujuh lapisan (layer), yang masing-masing lapisan mempunyai fungsi dan aturan tersendiri. Tujuan dari pembagian lapisan adalah untuk mempermudah pelaksanaan standar tersebut secara praktis dan untuk memungkinkan fleksibilitas, dalam arti apabila terjadi perubahan pada salah satu lapisan maka tidak akan mempengaruhi pada lapisan yang lain.
—————————
| Application Layer |
===============
| Presentation Layer |
===============
| Session Layer |
===============
| Transport Layer |
===============
| Network Layer |
===============
| Data Link Layer |
===============
| Physical Layer |
—————————
Tujuh Lapisan OSI
•Lapisan Fisik (Physical Layer)
Lapisan fisik merupakan lapisan atau level paling rendah dari model referensi ISO, yang berhubungan dengan media fisik atau peralatan fisik dalam jaringan komunikasi data. Lapisan ini mengatur hubungan secara fisik antara satu titik ke titik lainnya pada jaringan. Lapisan fisik ini memberikan standar interface pada peralatan komputer dan peralatan komunikasi dalam menyalurkan informasi.
•Lapisan Data Link (Data Link Layer)
Lapisan data link menjamin agar data yang dikirimkan ke lapisan jaringan sampai ke tujuan dalam keadaan baik. Data yang akan dikirimkan dibentuk dalam frame. Mekanisme yang dipakai untuk pengaturan struktur frame adalah HDLC (High Level Data Link Control).
Lapisan ini melayani transmisi pada lapisan fisik dan bertanggung-jawab mengatur komunikasi dalam sebuah jaringan. Lapisan ini juga menangani fungsi-fungsi seperti mendeteksi kesalahan transmisi dan melakukan pengiriman ulang data-data tersebut.
•Lapisan Jaringan (Network Layer)
Lapisan jaringan bertanggung-jawab untuk membuat paket data yang akan dikirimkan dan memberikan fasilitas seperti routing (pengalamatan) jaringan, serta melakukan pengontrolan aliran data pada komputer ke interface jaringan. Lapisan jaringan harus dapat membedakan pengalamatan oleh sebuah jaringan yang berbeda-beda, serta mengatur paket-paket data yang memiliki ukuran yang berbeda pula.
•Lapisan Transport (Transport Layer)
Fungsi dasar dari lapisan transport adalah menerima data dari lapisan session, memisahkan menjadi bagian atau unit yang kecil dan meneruskan ke lapisan jaringan dan menjamin unit-unit data tersebut sampai dengan benar.
•Lapisan Session (Session Layer)
Lapisan session menyediakan fasilitas pada pemakai (user) untuk melakukan percakapan atau komunikasi dari satu mesin ke mesin yang lainnya. Pada lapisan session, memungkinkan user dapat melakukan komunikasi untuk masuk ke dalam sistem bersama secara remote atau melakukan transfer file di antara dua mesin (komputer).
•Lapisan Presentasi (Presentation Layer)
Lapisan presentasi digunakan untuk menyeleksi syntax data yang berada dalam jaringan. Lapisan presentasi juga memiliki standar encoding yang digunakan dalam pemrosesan aplikasi data. Salah satu contoh layanan presentasi adalah encoding data.
•Lapisan Aplikasi (Application Layer)
Lapisan aplikasi ini merupakan lapisan tertinggi pada model referensi ISO. Biasanya berupa program atau aplikasi pada tingkatan layanan informasi. Sejumlah macam protokol standar umumnya tersedia pada lapisan ini.
Arsitektur Protokol TCP/IP
Dalam pemakaiannya, TCP/IP menggunakan protokol sampai dengan 4 level fungsi layer dalam arsitektur protokol.
_________________
| Application Layer |
===============
| Transport Layer |
===============
| Internet Layer |
===============
|Network Access Layer|
===============
Lapisan Layer TCP
•Network Access Layer
Protokol pada layer ini menyediakan media bagi sistem untuk mengirimkan data pada device lain yang ter¬hubung secara langsung dengan jaringan. Network Access Layer merupakan gabungan antara Physical Layer dan Data Link Layer. Fungsi Network Access Layer dalam layer ini adalah mengubah IP datagram ke dalam frame yang ditransmisikan oleh network, dan memetakan IP Address ke physical address yang digunakan dalam jaringan.
•Internet Layer
Satu tingkat di atas Network Access Layer terdapat Internet Layer. Internet Protokol (IP) merupakan jantung dari TCP/IP dan protokol paling penting pada Internet. Internet Layer menyediakan layanan pengiriman paket dasar pada jaringan tempat TCP/IP network dibangun. Seluruh protokol di atas dan di bawah Internet Layer, menggunakan Internet Protokol untuk mengirimkan data. Semua data TCP/IP mengalir melalui IP, baik data yang akan masuk maupun yang akan keluar. Internet Layer bertanggung-jawab dalam proses pengiriman paket ke alamat yang tepat.
•Transport Layer
Pada Transport layer terdapat dua macam protokol utama, yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan User Datagram Protocol (UDP). Kedua protokol ini mengirimkan paket data di antara Application Layer dan Internet Layer. Dengan demikian, kita dapat memilih salah satu di antara protokol tersebut, mana yang tepat digunakan untuk mengirimkan packet data dalam jaringan.
•Application Layer
Pada bagian teratas arsitektur protokol TCP/IP terdapat lapisan Application Layer. Seluruh proses di dalam layer ini telah menggunakan Transport Layer untuk mengirimkan paket data dan juga telah mencakup semua proses dalam pengiriman paket data.
Read More
 

Nur Oktaviyani. Design By: SkinCorner